Musim Hujan, Dinas Kesehatan P2KB Sulbar Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Tular Nyamuk
![]() |
| Entomolog Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar, Irwan Adi Putra (foto humdis/Har) |
SULBAR.Aksioma.CO.ID-- Memasuki musim hujan, risiko munculnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti malaria dan demam berdarah menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor guna melindungi kesehatan masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen Pemprov Sulbar dalam mewujudkan Sulbar yang Maju dan Sejahtera, sesuai Visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar melaksanakan berbagai upaya konkret dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.
Langkah tersebut meliputi monitoring rutin setiap minggu untuk memastikan intervensi berjalan efektif, terutama di daerah berisiko tinggi, penyelidikan epidemiologi kasus, tatalaksana kasus, serta peningkatan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan penyakit.
Dalam keterangannya, Minggu 11 Januari 2026, Entomolog Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar, Irwan Adi Putra, mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.
“Beberapa wilayah mengalami keterlambatan PE. Selain itu, pemetaan daerah reseptif dan kepadatan vektor nyamuk masih perlu diperkuat, termasuk peningkatan mutu laboratorium melalui uji silang, penguatan monitoring dan evaluasi program melalui on the job training (OJT), serta surveilans migrasi,” ungkapnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar terus mendorong perbaikan sistem surveilans dan penguatan kapasitas petugas kesehatan agar respons terhadap kasus penyakit tular nyamuk dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyakit dengan menjaga kebersihan lingkungan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit tular nyamuk.


