Pertamax Langka di Bondowoso, Warga Mengadu ke DPR RI Nasim Khan, Ternyata Ini Penyebabnya

 

Kelangkaan BBM jenis Pertamax terjadi di SPBU di Bondowoso

Aksioma.co.id, BONDOWOSO, – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.


Keluhan warga itu pun sampai ke Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Timur yang meliputi Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, Nasim Khan. Sejumlah warga menyampaikan keluhan melalui media sosial, menyebutkan bahwa pasokan Pertamax ke SPBU di Bondowoso tersendat.

“Lapor Bang Nasim, Pertamax di Bodowoso langka, Manajer salah satu SPBU di Bondowoso sampai bingung. Permintaan pengiriman Pertamax sudah diajukan sejak sepekan lalu, tetapi belum juga dikirim,, mohon bantuannya Bang, ” tulis seorang warga di media sosial.

Menanggapi keluhan tersebut, Nasim Khan mengaku langsung berkomunikasi dengan Pertamina untuk meminta penjelasan terkait kendala pasokan BBM di wilayah Bondowoso.
Menurut Nasim, ketersediaan BBM, khususnya Pertamax, memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

“Pertamina Patra Niaga harus memaksimalkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama soal persediaan dan pendistribusian BBM. Jangan sampai kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Nasim, Sabtu (10/1/2026).

Ia menegaskan, setiap masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti secara langsung.
“Masukan masyarakat selalu kami terima dan kami kaji dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pertamina melalui SBM Malang II Fuel, Andi Reza Ramadhan, menjelaskan bahwa kelangkaan Pertamax di sejumlah SPBU Bondowoso disebabkan keterbatasan stok di Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi.
Dari sembilan SPBU yang ada di Kabupaten Bondowoso, Pertamina mencatat tujuh SPBU masih memiliki ketersediaan Pertamax dengan rata-rata penjualan harian sekitar 2–3 kiloliter. Adapun dua SPBU sempat mengalami kekosongan, namun telah dilakukan pengiriman pada Sabtu pagi.

“Pengiriman dilakukan pada pagi hari dengan estimasi tiba di SPBU sekitar pukul 09.30 WIB,” jelas Andi Reza.

Pertamina juga mencatat stok Pertamax di IT Tanjungwangi per 10 Januari 2026 berada di angka 1.060 kiloliter. Pasokan tambahan sebesar 2.000 kiloliter dijadwalkan tiba melalui kapal MT Maritim Nusantara pada 13 Januari 2026.

Selama periode 6–9 Januari 2026, Pertamina melakukan pengendalian penyaluran Pertamax karena adanya penurunan stok seiring meningkatnya konsumsi BBM di wilayah Bondowoso dan sekitarnya.

Untuk mengantisipasi kekosongan berulang, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya membangun kembali stok Pertamax di Bondowoso dan Jember dalam dua hari ke depan, menyiapkan alternatif distribusi melalui Integrated Terminal Surabaya, serta melakukan pemantauan distribusi dan evaluasi kondisi lapangan secara berkala. 

Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Bondowoso akan kembali normal dan meminta masyarakat tetap tenang.


Topik Terkait

Baca Juga :