Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iklan

Whats-App-Image-2020-08-27-at-00-07-52

Desa Napa Buteng, Dinilai Tim Lomdeskel DPMD Sultra

Kamis, 24 Juni 2021 | 18:11 WIB Last Updated 2021-07-27T05:44:17Z
AKSIOMA.CO.ID, BUTON TENGAH - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar lomba desa dan kelurahan (Lomdeskel) tingkat provinsi Sultra dengan tujuan utama menunjang Kemajuan desa dan kelurahan, kabupaten maupun provinsi, salah satunya di Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Saat ditemui sejumlah media, Syaifullah, SE, M.S.i yang memimpin tim fasilitasi evaluasi perkembangan desa serta lomba desa dan kelurahan DPMD Sultra, menyampaikan bahwa Penyelenggaraan Lomdeskel merupakan salah satu ruang lingkup Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomer 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan. 

"Penilaian tingkat perkembangan desa dan kelurahan dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat" Jelasnya

Mantan Kepala Dinas PMD Kabupaten  Konawe Selatan ini menuturkan berdasarkan hasil analisis, validasi dan penilaian, akan menghasilkan kategori desa dan kelurahan cepat berkembang, berkembang, dan kurang berkembang. 

“Desa dan kelurahan dengan kategori cepat berkembang dan berkembang diikutsertakan dalam lomdeskel” kata Syaifullah.

Penekanan penilaian Lomdeskel tahun 2021, juga menitikberatkan pada keterkaitan antara data profil desa dan kelurahan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran desa dan kelurahan. Selain itu, memperhatikan inovasi desa dan kelurahan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana nonalam Covid-19 serta pengembangan e-government dalam meningkatkan pelayanan masyarakat. 

"Tiga indikator penilaian lomba desa dan kelurahan yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan sesuai Permendagri No. 81 tahun 2015. Namun bertambah satu indikator lagi yakni penanganan dan pencegahan covid-19 di desa dan kelurahan berdasarkan instruksi Mendagri nomor 3 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro dan pembentukan posko penanganan covid 19 di desa dan kelurahan" Jelasnya. 

DPMD Sultra menetapkan 9 kabupaten kota yang akan dinilai secara lapangan atau faktual karena telah mengirim berkas administrasi laporan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang telah divalidasi dan verikasi oleh tim penilai lomdeskel provinsi. Diantaranya, Buton Utara, Buton Tengah, Konawe Kepulauan, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, dan Kota Kendari. 

Ditanya soal gambaran hasil analisisnya di Buton Tengah, Syaifullah mengatakan terdapat keunikan yaitu ruangan isolasi covid tingkat desa, termasuk adanya rumah dinas jabatan kepala desa

"Terdapat 198 Desa Se-sultra, baru saya lihat di Desa Napa, saya tidak pernah dengar rumah jabatan kepala desa" bebernya

Sementara Kepala Desa Napa, Abdul Aziz Ansar, S.Sos mengatakan Desa Napa Siap dari segala bentuk penilaian tim, semuanya atas kerjasama masyarakat desa dan semua Pihak.

"Kita sudah siap dengan semua penilaian yang diinginkan, alhamdulillah berjalan sesuai dengan rencana, kerjasama masyarakat, pemerintah daerah, bupati dan dinas PMD Buton Tengah merupakan bagian dari bagaiman kegiatan ini sukses, tinggal menunggu hasil" Tutupnya. (Dzabur Al-Butuni)



×
Berita Terbaru Update